Jakarta – Pusat
Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut (PPSDMPL) bersama PT Temas
Training Hub menyelenggarakan pelatihan Basic IGF Code untuk meningkatkan
kompetensi pelaut dalam menghadapi tantangan era green shipping.
Kegiatan yang berlangsung di PT Temas Training Hub pada 31 Juli dan 1 Agustus
2025 ini berfokus pada simulasi penanggulangan situasi darurat di kapal
berbahan bakar gas.
Pelatihan dibuka
dengan sesi teori di kelas yang membahas karakteristik muatan gas, bahaya
kebakaran pada sistem perpipaan, serta prosedur evakuasi darurat. Peserta
kemudian mengikuti serangkaian simulasi praktis yang intensif.
Pada simulasi smoke chamber dan enclosed space,
peserta merasakan langsung kondisi darurat dengan visibilitas rendah dan suhu
ekstrem, menguji pemahaman mereka dalam menggunakan alat bantu pernapasan. Simulasi ini melatih mental dan fisik
pelaut untuk tetap tenang dan efektif di bawah tekanan.
Selanjutnya,
peserta mempraktikkan pemadaman api pada instalasi pipa gas menggunakan fire
extinguisher dan nozzle fire hose system. Mereka juga dilatih untuk
mengisolasi kebocoran dan menghentikan sumber api secara teknis. Bagian penting
dari pelatihan ini adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti SCBA
(Self Contained Breathing Apparatus) dan fire proximity suit,
yang memastikan keselamatan personel saat memasuki area berbahaya.
Kepala Bidang
Pelatihan PPSDMPL, Dr. Capt. Ilham Ashari, S.Si.T, M.M., M.Mar, secara resmi
menutup kegiatan ini pada 1 Agustus 2025. Dalam sambutannya, beliau menekankan
bahwa pelatihan ini merupakan bagian integral dari transformasi sektor maritim
nasional. Ia juga mengapresiasi PT Temas Training Hub sebagai role
model pelatihan SDM untuk green shipping di Indonesia.
Poin-poin utama penutupan mencakup:
- Penegasan peran strategis IGF Code
dalam mendukung transisi energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon.
- Pentingnya kesiapan pelaut Indonesia
melalui pelatihan yang terstandar dan berbasis kompetensi.
- Pembentukan mindset pelaut
yang adaptif terhadap pelayaran berkelanjutan sejalan dengan target Sustainable
Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa dan International
Maritime Organization (IMO).
Acara ditutup
dengan harapan agar para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk
mendukung perubahan di industri pelayaran, serta menjadi pelaut unggul yang
mampu bersaing di kancah domestik maupun internasional.
Kegiatan ini
merupakan wujud nyata sinergitas antara PPSDMPL sebagai pembina teknis dan
pelaku industri maritim. Tujuannya adalah menciptakan SDM transportasi laut
yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan regulasi internasional,
khususnya IGF Code, demi meningkatkan keselamatan dan keberlanjutan
transportasi laut di Indonesia.