JAKARTA — Federasi Pekerja Transportasi
Internasional (ITF) menyoroti pentingnya kesehatan mental bagi calon
pelaut. Melalui kunjungan Dr. Asif Altaf, Wellbeing Coordinator ITF, ke
beberapa institusi pendidikan maritim di bawah pembina teknis Pusat
Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut untuk melihat implementasi
program Training of Trainer (ToT) tentang Mental Health and Stress
Management.
Kunjungan ini
dilakukan di Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten pada 4 Agustus 2025 dan
Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta serta Akademi Maritim Nasional
Jakarta Raya (AMAN JAYA) pada 5 Agustus 2025. Tujuan dari kunjungan ini untuk
memastikan bahwa para kadet (taruna/i) mendapatkan bekal mental yang memadai
sebelum dan selama bekerja di atas kapal, yang secara langsung berdampak pada
keselamatan pelayaran.
Di Poltekpel
Banten, Dr. Asif mengevaluasi dampak dari ToT yang telah berjalan dan menekankan
bahwa lingkungan pendidikan yang transparan dan peran pendidik yang aktif
berinteraksi dengan kadet sangat krusial sertja menjadikan Diskusi sebagai
metode efektif untuk mempersiapkan mental kadet. Menanggapi hal ini, Poltekpel
Banten berencana mengadakan ToT lanjutan pada Oktober 2025 yang akan
melibatkan konselor serta membahas rencana kerja sama dengan ITF untuk tahun
2026. Selain itu, sebuah asesmen menyeluruh akan dilaksanakan untuk mengukur
keberhasilan program ini di berbagai balai diklat dan SMK pelayaran.
Pada kunjungan ke
STIP Jakarta, Dr. Asif mengapresiasi fasilitas dan implementasi program
kesehatan mental yang telah berjalan, ini menunjukkan adanya inovasi dengan memiliki
aplikasi E-PRALA, yang membantu kadet memantau kegiatan dan melaporkan
insiden berbahaya saat praktik laut. ITF dan STIP Jakarta berencana melakukan
penelitian lapangan untuk mengidentifikasi perubahan mental, perilaku, dan
dampak stres yang dialami kadet. Penelitian ini akan mengamati kehidupan kadet
selama satu tahun penuh: tiga bulan sebelum, enam bulan saat di atas kapal, dan
tiga bulan setelah kembali.
Untuk memperkuat
program akan diselenggarakan kembali ToT Mental Health dalam tiga
gelombang:
- Dua gelombang pada Oktober dan
November 2025
- Satu
gelombang pada Januari 2026
Setiap gelombang
akan diikuti oleh 35 peserta dan akan diadakan di BP3IP, STIP, serta Cirebon.
Hasil tinjauan di
Aman Jaya pada 5 Agustus 2025 juga mencatat respons positif dari para taruna.
Namun, disoroti pentingnya melibatkan pendidik yang memiliki latar belakang
pelaut. Pendidik semacam ini dianggap mampu memberikan gambaran realistis
tentang tantangan di atas kapal, sehingga dapat mempersiapkan mental kadet
dengan lebih baik.
Secara umum,
kesuksesan program kesehatan mental ini sangat bergantung pada komitmen dan
peran aktif dari seluruh pihak di institusi pendidikan. Dr. Asif
menegaskan, program pendidikan yang terbaik sekalipun akan tercoreng jika
terjadi insiden fatal seperti bunuh diri. Oleh karena itu, ITF dan BPSDMP Laut
berkomitmen penuh untuk terus berkolaborasi demi menciptakan pelaut yang
tangguh secara fisik dan mental, yang pada akhirnya akan menjaga keselamatan
transportasi laut di Indonesia.