ITF Soroti Kesejahteraan Mental Pelaut Indonesia, Evaluasi Program ToT Mental Health di Perguruan Tinggi di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut (PPSMDPL)

92 06 Aug 2025 Oleh: Admin Pusbang
ITF Soroti Kesejahteraan Mental Pelaut Indonesia, Evaluasi Program ToT Mental Health di Perguruan Tinggi di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut (PPSMDPL)

JAKARTA — Federasi Pekerja Transportasi Internasional (ITF) menyoroti pentingnya kesehatan mental bagi calon pelaut. Melalui kunjungan Dr. Asif Altaf, Wellbeing Coordinator ITF, ke beberapa institusi pendidikan maritim di bawah pembina teknis Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut untuk melihat implementasi program Training of Trainer (ToT) tentang Mental Health and Stress Management.

Kunjungan ini dilakukan di Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten pada 4 Agustus 2025 dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta serta Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya (AMAN JAYA) pada 5 Agustus 2025. Tujuan dari kunjungan ini untuk memastikan bahwa para kadet (taruna/i) mendapatkan bekal mental yang memadai sebelum dan selama bekerja di atas kapal, yang secara langsung berdampak pada keselamatan pelayaran.

Di Poltekpel Banten, Dr. Asif mengevaluasi dampak dari ToT yang telah berjalan dan menekankan bahwa lingkungan pendidikan yang transparan dan peran pendidik yang aktif berinteraksi dengan kadet sangat krusial sertja menjadikan Diskusi sebagai metode efektif untuk mempersiapkan mental kadet. Menanggapi hal ini, Poltekpel Banten berencana mengadakan ToT lanjutan pada Oktober 2025 yang akan melibatkan konselor serta membahas rencana kerja sama dengan ITF untuk tahun 2026. Selain itu, sebuah asesmen menyeluruh akan dilaksanakan untuk mengukur keberhasilan program ini di berbagai balai diklat dan SMK pelayaran.

Pada kunjungan ke STIP Jakarta, Dr. Asif mengapresiasi fasilitas dan implementasi program kesehatan mental yang telah berjalan, ini menunjukkan adanya inovasi dengan memiliki aplikasi E-PRALA, yang membantu kadet memantau kegiatan dan melaporkan insiden berbahaya saat praktik laut. ITF dan STIP Jakarta berencana melakukan penelitian lapangan untuk mengidentifikasi perubahan mental, perilaku, dan dampak stres yang dialami kadet. Penelitian ini akan mengamati kehidupan kadet selama satu tahun penuh: tiga bulan sebelum, enam bulan saat di atas kapal, dan tiga bulan setelah kembali.

Untuk memperkuat program akan diselenggarakan kembali ToT Mental Health dalam tiga gelombang:

  • Dua gelombang pada Oktober dan November 2025
  • Satu gelombang pada Januari 2026

Setiap gelombang akan diikuti oleh 35 peserta dan akan diadakan di BP3IP, STIP, serta Cirebon.

Hasil tinjauan di Aman Jaya pada 5 Agustus 2025 juga mencatat respons positif dari para taruna. Namun, disoroti pentingnya melibatkan pendidik yang memiliki latar belakang pelaut. Pendidik semacam ini dianggap mampu memberikan gambaran realistis tentang tantangan di atas kapal, sehingga dapat mempersiapkan mental kadet dengan lebih baik.

Secara umum, kesuksesan program kesehatan mental ini sangat bergantung pada komitmen dan peran aktif dari seluruh pihak di institusi pendidikan. Dr. Asif menegaskan, program pendidikan yang terbaik sekalipun akan tercoreng jika terjadi insiden fatal seperti bunuh diri. Oleh karena itu, ITF dan BPSDMP Laut berkomitmen penuh untuk terus berkolaborasi demi menciptakan pelaut yang tangguh secara fisik dan mental, yang pada akhirnya akan menjaga keselamatan transportasi laut di Indonesia.